Sultan-Qaboos-Grand-Mosque-in-Muscat-Oman

Minggu, 27 Desember 2015

Hadist Bekam (al-hijamah)



Nabi Muhammad Saw merupakan insan yang pertama dibekam para malaikat dengan perintah Allah Swt sebelum Isra dan Mi'raj.

Penjelasandalam hadits Riwayat Ibnu Majah menerusi Katjir bin Salim.
Selama Aku Berjalan pada malam isra mi'raj bersama para malaikat, Mereka selalu berkata "Hai Muhammad, suruhlah umatmu berbekam". Sesaat setelah Isra Mi'raj, Rasulullah juga menyatakan, sebagaimana diriwayatkan Abdullah ibnu Mas'ud, bahwa ia tidak melewati sejumlah malaikat melainkan mereka semua menyuruh Beliau dengan mengatakan,Perintahkanlah umatmu untuk berbekam!?. Bahkan dengan tegas, Nabi Muhammad menyatakan,Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal; dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang umatku berobat dengan besi panas. (HaditsBukhari).

Hadist Hadist Lainnya :
1.   Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam) (Muttafaq 'alaihi, Shahih Bukhari (no. 2280) dan Shahih Muslim (no. 2214)
2.   Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al hijamah (HR. Ahmad, shahih).
3.   Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya pada bekam itu terkandung kesembuhan." (Kitab Mukhtashar Muslim (no. 1480), Shahihul Jaami' (no. 2128) dan Silsilah al-Hadiits ash-Shahiihah (no. 864), karya Imam al-Albani)
4.   Dari Ashim bin Umar bin Qatadah RA, dia memberitahukan bahwa Jabir bin Abdullah RA pernah menjenguk al-Muqni' RA, dia bercerita: "Aku tidak sembuh sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: 'Sesungguhnya didalamnya terkandung kesembuhan'." (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Ya'la, al-Hakim, al-Baihaqi)
5.   Kesembuhan bisa diperoleh dengan 3 cara yaitu: sayatan pisau bekam, tegukan madu, sundutan api. Namun aku tidak menyukai berobat dengan sundutan api ( HR. Muslim).
6.   Penyembuhan terdapat dalam tiga hal, yakni meminum madu, sayatan alat bekam, dan sundutan dengan api. Dan aku melarang umatku berobat dengan sundutan api. (HR. Bukhori)
7.   Dari Uqbah bin Amir RA, Rasulullah SAW bersabda: " Ada 3 hal yang jika pada sesuatu ada kesembuhan, maka kesembuhan itu ada pada sayatan alat bekam atau minum madu atau membakar bagian yang sakit. Dan aku membenci pembakaran (sundutan api) dan tidak juga menyukainya." (HR. Ahmad dalam Musnad-nya)
8.   Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: "Jika ada suatu kesembuhan pada obat-obat kalian maka hal itu ada pada sayatan alat bekam." Beliau bersabda: "Atau tegukkan madu." (Kitab Kasyful Astaar 'an Zawaa-idil Bazar,karya al-Haitsami, III/388)
9.   Dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda: "Orang yang paling baik adalah seorang tukang bekam (Al Hajjam) karena ia mengeluarkan darah kotor, meringankan otot kaku dan mempertajam pandangan mata orang yang dibekamnya." (HR. Tirmidzi, hasan gharib).
10. Jika pada sesuatu yang kalian pergunakan untuk berobat itu terdapat kebaikan, maka hal itu adalah berbekam (Shahih Sunan Ibnu Majah, karya Syaikh Al-Albani (II/259), Shahih Sunan Abu Dawud, karya Syaikh Al-Albani (II/731)).
11. Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda: "Kalian harus berbekam dan menggunakan al-qusthul bahri." (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan an-Nasai dalam kitab as-Sunan al-Kubra no. 7581).
12. Dari Abdullah bin Mas'ud RA, dia berkata: "Rasulullah SAW pernah menyampaikan sebuah hadits tentang malam dimana beliau diperjalankan bahwa beliau tidak melewati sejumlah malaikat melainkan mereka semua menyuruh beliau SAW dengan mengatakan: 'Perintahkanlah umatmu untuk berbekam'." (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/20), hasan gharib).
13. Pada malam aku di-isra'kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata: "Wahai Muhammad suruhlah umatmu melakukan bekam." (HR Sunan Abu Daud, Ibnu Majah, Shahih Jami'us Shaghir 2/731)
14. Dari Ibnu 'Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah aku berjalan melewati segolongan malaikat pada malam aku diisra'kan, melainkan mereka semua mengatakan kepadaku: 'Wahai Muhammad, engkau harus berbekam'." (Shahih Sunan Ibnu Majah, Syaikh al-Albani (II/259))
15. Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah aku melewati satu dari langit-langit yang ada melainkan para malaikat mengatakan: 'Hai Muhammad, perintahkan ummatmu untuk berbekam, karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist, dan syuniz semacam tumbuh-tumbuhan'." (Kitab Kasyful Astaar 'an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami, III/388)
16. Dari Jabir al-Muqni RA, dia bercerita: "Aku tidak akan merasa sehat sehingga berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: 'Sesungguhnya pada bekam itu terdapat kesembuhan'." (Shahih Ibnu Hibban (III/440))
17. Dari Anas RA, dia bercerita: "Rasulullah SAW bersabda: 'Jika terjadi panas memuncak, maka netralkanlah dengan bekam sehingga tidak terjadi hipertensi pada salah seorang diantara kalian yang akan membunuhnya'." (diriwayatkan oleh al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak, dari Anas RA secara marfu', beliau mensyahihkannya yang diakui pula oleh adz-Dzahabi.




BERBEKAM SAAT BERPUASA & HUKUMNYA

Hukum Terapi bekam pada saat puasa banyak sekali yang masih keliru memahaminya. Masih saya temui orang yang mengatakan bahwa bekam dapat membatalkan puasa bahkan yang lebih keras lagi mengatakan bahwa melakukan terapi bekam pada saat puasa akan membatalkan puasa orang yang menerapi bekam dan orang yang diobati dengan bekam tanpa mau menerima pendapat yang lain. Lalu sebenarnya, bagaimana sih hukum terapi bekam pada saat puasa menurut para Ulama yang mayoritas?
1.   Hukum Terapi Bekam Haram Pendapat yang mengatakan bahwa melakukan terapi bekam pada saat puasa haram adalah Syekh Ibnu Taimiyah. Beliau mendasarkan pendapatnya pada hadis yang berbunyi ” Orang yang membekam dan dibekam, batal puasanya“. Berangkat dari hadis tersebut maka Ibnu Taimiyah menghukumi terapi bekam sebagai perbuatan yang haram karena dapat membatalkan puasanya orang yang melakukan dan dilakukan (diterapi) terapi bekam. Pendapat Syekh Ibnu Taimiyyah ini, kemudian diikuti oleh Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, Ibnu Baz dan sebagainya.

2.   Hukum Terapi Bekam Boleh ( Mubah ) Adapun hukum melakukan terapi bekam pada saat puasa itu mubah/ boleh karena beberapa alasan sebagai berikut: Hadis Nabi yang shohih dari Ibnu Abbas: ” Beliau berbekam ketika sedang puasa”. Hadis Nabi yang juga shoheh dari Sahabat Abu Said Al-Khudri yang berkata: ” Rosulullah memberikan rukshoh mengenai berbekamnya orang yang berpuasa,”. Hadis inilah yang dikatakan oleh para Ulama yang mengahpus/ menasakh hadis yang berbunyi: ” Orang yang membekam dan dibekam batal puasanya”. Alasanya karena rukshoh terjadi ketika sebelumnya ada penekanan mengenai batalnya puasa dengan bekam, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ibnu Hadzm dan lain-lain.

Para Sahabat RA sering melakukan bekam pada saat berpuasa. Sebagaimana dalam Shohih Bukhori dikatakan Bakir berkata dari Ummu Al-Qomah,”Dulu kami pernah berbekam di hadapan Aisyah maka kami pun tidak dilarang.” Dalam redaksi lain “berbekam bersama keponakannya Aisyah RA”. Ada juga cerita Ummul Mukminin, Ummu Salamah juga berbekam pada saat berpuasa. Selain itu dalam Shohih Bukhori juga disebutkan riwayat dari Saad bin Abi Waqosh dan Zaid bin Arqom bahwa mereka pernah berbekam sedangkan mereka berpuasa. Kemudian ada juga, Sahabat Anas RA, maula Rosulullah SAW pernah ditanya oleh Tsabit Al-Banani ” Apakah kalian memakruhkan bekam ketika berpuasa? riwayat lain,”…. pada masa Rosulullah?” Makan Anas RA menjawab, “Tidak, Kecuali menyebabkan lemah (merusak).”. Selain itu pula, Sahabat Ibnu Umar biasa berbekam pada saat puasa sebagaimana diceritakan oleh Al-Bukhori.

Menurut Imam Malik didalam kitab Muwato’nya dan Imam Syafiie mengatakan bahwa hukum terapi bekam boleh saja jika tidak menjadikan orang yang dibekam menjadi lemah sehingga menjadikan orang yang melakukan terapi bekam menjadi berbuka puasanya. Tetapi Jika menyebabkan lemah pada orang yang dibekam maka humum terapi bekam tersebut makruh.

Kemudian Imam Syafiie mengatakan bahwa di dalam hadis Ibnu Abbas terdapat qiyas bahwa puasa tidak batal lantaran keluarnya sesuatu dari tubuh, kecuali seseorang yang mengeluarkan isi perutnya dengan sengaja memuntahkannya. Kadang-kadang seseorang mengalami keluarnya sperma (red: wadi/ madzi) yang keluarnya tidak melalui kenikmatan maka puasanya tidak batal. Ia juga berkeringant lantas berwudhu, mengeluarkan berak, angin, dan kencing, mandi dan berjemur namun hal itu tidak membatalkan puasa.

Batalnya puasa hanyalah karena memasukan sesuatu kedalam tubuh, merasakan kenikmatan bersenggama, atau muntah sengaja. Jadi batalnya karena ia mengeluarkan sesuatu dari perut atau memasukan sesuatu dealamnya dengan sengaja”, Ia mengatakan pula, ” Yang saya ingat riwayat dari sebagian sahabat, Tabiin dan kebanyakan Ulama Madinah adalah bahwa seseorang tidak batal puasanya karena berbekam“, (Buku Ikhtilaful Hadist Assyafiie hal 530)


BEKAM TIDAK MEMBATALKAN PUASA
Oleh: Syaikh DR Muhammad Musa Alu Nashr

1.   Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : لاَيُفْطِرُ مَنْ قَاءَ أَوْ مَنِ احْتَلًمَ وَلاَ مَنِ احْتَجَمَ "Tidak batal puasa orang yang muntah atau orang yang bermimpi (basah) dan tidak juga orang yang berbekam". [1]

2.   Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu, dia bercerita, awal dimakruhkannya bekam bagi orang yang berpuasa adalah ketika Ja'far bin Abi Thalib berbekam sedang dia dalam keadaan berpuasa, lalu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika berpapasan dengannya, beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Kedua orang ini telah batal puasanya". Setelah itu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan keringan berbekam bagi orang yang berpuasa. Sementara Anas sendiri pun pernah berbekam ketika dia dalam keadaan berpuasa. [2]

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan : Ucapannya : "Bab Ayyatu Saa'atin Yahtajim (bab kapan waktu untuk berhijamah)". Dalam riwayat Al-Kasymihani. Yang dimaksud dengan sa'ah dalam terjemahan adalah waktu yang tidak terikat (umum), bukan waktu yang khusus dan diketahui setiap waktu. Ucapannya : "Abu Musa pernah berbekam pada malam hari" telah dikemukakan di dalam kitab Ash-Shiyaam (puasa). Di dalamnya disebutkan bahwa penolakannya untuk berbekam pada siang hari karena puasa, sehingga puasanya tidak rusak.

Hal itu pula yang menjadi pendapat Imam Malik. Di mana dia memakruhkan bekam bagi orang yang berpuasa sehingga puasanya tidak rusak. Alasannya juga bukan karena bekam akan membuat batalnya puasa seseorang Pada pembahasan sebelumnya dalam hadits : 

      أَفْطَرَ الْحَا جِمُ وَالْمَحْجُوْمُ "
      Telah batal puasa orang yang membekam dan yang dibekam". (*)

Mengenai waktu-waktu bekam yang tepat telah dimuat di dalam beberapa hadits yang bukan termasuk suatu syarat sama sekali. Seakan-akan dia mengisyaratkan bahwa bekam itu bisa dilakukan kapan saja dibutuhkan dan tidak terikat waktu, karena dia menyebutkan pernah berbekam pada malam hari. Dia menyebutkan hadits Ibnu Abbas bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berbekam sedang beliau dalam keadaan puasa. Itu menunjukkan bahwa proses pembekaman terjadi pada siang hari. Menurut para dokter, bekam yang paling baik dilakukan adalah pada jam dua atau jam tiga siang. Tidak boleh dilakukan setelah berhubungan badan (jima) atau aktivitas berat lainnya, dan tidak boleh setelah kenyang atau ketika tidak lapar. Sebelumnya telah disampaikan hadits penentuan waktu-waktu bekam, yaitu di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah secara marfu.

[Disalin dari buku Manhajus Salaamah Fiimaa Waradaa Fil Hijaamah,
Edisi Indonesia Bekam Cara Pengobatan Menurut Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam,

Penulis DR Muhammad Musa Alu Nashr,
Penerjemah M Abdul Ghoffar E.M,
Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i]

________ Footnotes
[1]. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2376), Ibnu Khuzaimah (no. 1973 dan 1975). Dan sanadnya dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani. Lihat kitab Shahiihul Jaami (no. 7619). Dan Takhriij Al-Misykaat (2015)

[2]. Diriwayatkan oleh Ad-Daraquthni (II/182), Al-Baihaqi (no. 8086), Ad-Daraquthni mengatakan : "Para rawinya secara keseluruhan tsiqah dan saya tidak mengetahui adanya cacat baginya". Di dalam kitab Fathul Baari, Ibnu Hajar mengatakan : "Perawinya secara keseluruhan merupakan perawi-perawi Imam Al-Bukhari". (*). Penjelasan di hal. 100 Jumhur ulama memberikan jawaban atas hadits tersebut dan makna yang terkandung didalamnya, bahwa hal itu telah mansukh (dihapus) dengan dalil-dalil yang mereka jadikan hujjah, yang secara jelas menyatakan adanya nasakh (penghapusan), dan menafikan beberapa jalan Syaddad bin Aus, bahwa hal itu berlaku pada masa pembebasan kota Makkah tahun kedelapan. Sementara Ibnu Abbas menemani Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika berihram pada haji Wada tahun kesepuluh. Dan telah diriwayatkan pula oleh Imam Muslim dari Ibnu Abbas : "Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berbekam sedang beliau tengah berihram dan berpuasa"

[3]. Fathul Baari (X/149)

>>>KESIMPULAN DARI KETERANGAN DIATAS , BAHWA BERBEKAM SAAT PUASA DIBOLEHKAN. *SEMOGA BERMANFAAT UNTUK KITA SEMUA, Aamiin

Zat Dalam Minyak Zaitun Extra Virgin Bisa Bunuh Kanker Dalam 30 Menit



Posted on Maret 15, 2015



Zaitun (Olea europaea) adalah pohon kecil tahunan dan hijau abadi, yang buah mudanya dapat dimakan mentah ataupun sesudah diawetkan sebagai penyegar. Buahnya yang tua diperas dan minyaknya diekstrak menjadi minyak zaitun yang dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan. Zaitun adalah anggota suku Oleaceae.

Banyak manfaat dari pohon zaitun ini. Selain buahnya yang enak, kayu dari pohon zaitun juga sangat bagus, keras dan indah. Selain untuk dimakan buah zaitun juga digunakan sebagai penyedap makanan.
Apabila diperas buahnya, kita dapat memperoleh minyaknya. Minyak ini dapat digunakan sebagai bumbu salad dan belakangan banyak digunakan untuk bahan kosmetik yang dapat menjaga kelembaban dan kekencangan kulit sehingga diyakini dapat menjadikan kulit awet muda.
Selain itu, minyak zaitun dapat mencegah dan menyembuhkan banyak penyakit ganas, bahkan minyak zaitun extra virgin ternyata bisa membunuh sel kanker. Sedangkan masa masa kini, kanker adalah salah satu penyakit mematikan yang ditakuti oleh semua orang.

Buah Zaitun (Olea europaea) dikebun Yordania. (wikimedia)
Meski kini telah banyak jenis teknologi dan inovasi untuk merawat kanker, namun masih banyak juga orang yang mencari pengobatan kanker melalui bahan-bahan alami.
Namun dari beberapa penelitian lanjutan mengungkap bahwa cara ini kemungkinan bisa membuahkan hasil.
Sebuah penelitian dalam jurnal Molecular & Cellular Oncology menemukan bahwa zat sederhana dalam buah zaitun (olea eurofaea) dari keluarga tumbuhan oleaceace, yaitu yang telah berupa minyak zaitun extra virgin, ternyata bisa membunuh sel kanker.
Zat tersebut dikenal dengan nama Oleo Chantal (atau OC), seperti dilansir oleh Daily Health Post. Peneliti terkejut ketika menemukan bahwa zat OC bisa menyebabkan kematian sel dengan cepat.
Zat ini bisa membunuh sel kanker hanya dalam waktu 30 menit. Dan dari hasil penelitian, ada kabar yang lebih baik lagi, karena zat ini tidak menyebabkan efek apapun terhadap sel normal yang tidak terkena kanker.
Sebenarnya efek kesehatan dari oleo chantal sudah bukan hal baru lagi. Sebuah penelitian pada tahun 2014 lalu telah mengungkap bahwa OC bisa memberikan efek zat anti-peradangan dan efek kemoterapi pada pasien.
Pancreatic cancer (PC3) cells treated with an increasing dose of olive-oil ingredent (-)-Oleocanthal (OC) in the absence of serum (fetal bovine serum). After 30 minutes of treatment, 100% of cells have been detached from the plate. Survival and growth of PC3 cells depend on being attached, so loss of attachment and the rapid rounding of cells seen in 20 micromolar (20µM) concentration of OC indicate these cancer cells are dead. (credit: Dr. Onica LeGendre)

Minyak Zaitun Bisa Mencegah Kanker
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ada enam belas pakar kedokteran paling tersohor di dunia berkumpul di Roma pada tanggal 21 April 1997 lalu, untuk menerbitkan beberapa pengarahan dan keputusan bersama tentang tema “Minyak Zaitun dan Nutrisi Laut Putih Tengah”.
Para peneliti menyatakan bahwa sebab menurunnya rasio kematian akibat serangan kanker di Laut Putih Tengah adalah karena makanan penduduk negeri tersebut mengandung minyak zaitun sebagai sumber utama lemak, di samping mengandung sayur-sayuran, buah-buahan, dan kol.
Panen buah Zaitun pada masa kini menggunakan peralatan modern (pict: olivecrazy.com)
Profesor Asman, Ketua Akademi Studi Arteriosclerosis di Universitas Monstar, Jerman, merupakan peneliti paling menonjol di dunia untuk bidang kedokteran dan arteriosclerosis, pernah mengatakan bahwa “Pengkonsumsian minyak zaitun bisa melindungi tubuh dari serangan sejumlah kanker lainnya, di antaranya kanker colon, kanker rahim, kanker ovarium.”
Dalam pernyataan tersebut, mereka menegaskan bahwa mengkonsumsi minyak zaitun bisa memberikan andil melindungi tubuh dari serangan penyaki kanker.
Berikut beberapa manfaat minyak Zaitun yang dapat berguna untuk mencegah kanker:

1. Minyak Zaitun dan Kanker Payudara
Sebuah studi yang dipublikasikan di bulan November tahun 1995 dan dilakukan terhadap 2.564 wanita yang terkena kanker payudara, menegaskan bahwa ada korelasi terbalik antara kemungkinan terjadinya kanker payudara dengan pengkon-sumsian minyak zaitun, dan bahwa banyak mengkonsumsi minyak zaitun memberikan andil dalam melindungi seseorang dari serangan kanker payudara.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Majalah Archives of Internal Medicine edisi Agustus 1998 menegaskan bahwa pengkonsumsian sesendok makan minyak zaitun setiap hari bisa mengurangi bahaya terjadinya kanker payudara sampai pada kadar 45% persen.
2. Minyak Zaitun dan Kanker Rahim
Majalah Britania Cancer di bulan Mei tahun 1996, mempublikasikan sebuah studi yang dilakukan terhadap 145 wanita Yunani yang terkena kanker rahim. Para peneliti mengkorelasikan antara wanita-wanita yang terkena kanker rahim tersebut dengan wanita-wanita yang banyak mengkonsumsi minyak zaitun. Ternyata, para wanita yang mengkonsumsi minyak zaitun lebih sedikit yang terkena kanker rahim. Di mana kemungkinan terjadinya kanker pada mereka turun sampai 26% persen.

3. Minyak Zaitun dan Kanker Lambung
Sejumlah studi ilmiah modern menunjukkan bahwa mengkonsumsi minyak zaitun secara teratur bisa mengurangi terjadinya kanker lambung. Tapi masih diperlukan berbagai studi ilmiah lanjutan mengenai hal ini.

4. Minyak Zaitun dan Kanker Colon
Ada juga beberapa studi yang menunjukkan bahwa pengkonsumsian buah-buahan, sayur-sayuran, dan minyak zaitun, memainkan peran penting dalam melindungi tubuh dari serangan kanker colon.

5. Minyak Zaitun dan Kanker Kulit (Melanoma)
Majalah Dertmatdogg Times edisi bulan Agustus tahun 2000 menyebutkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa menggunakan minyak zaitun setelah berenang sebagai krim kulit dan berjemur, akan melindungi terjadinya kanker kulit (melanoma).

6. Minyak Zaitun dan Kanker Usus
Penelitian yang dilakukan dr. Chris I.R. Gill dari University of Ulster di Irlandia Utara yang dilaporkan dalam International Journal of Cancer mengatakan, bahwa suatu campuran kandungan yang disebut fenol, yang diekstrakan dari minyak zaitun perawan (murni), mampu menghambat proses pertumbuhan sejumlah sel di usus yang bisa berkembang menjadi kanker.
“Minyak zaitun dikabarkan merupakan sumber alami yang bermanfaat dalam menu makan orang di kawasan Laut Tengah. Data yang kami miliki menunjang anggapan tersebut dan menjelaskan bagaimana kemungkinan ini bisa terjadi,” tutur Dr. Gill. Karena usus merupakan salah satu sasaran empuk bagi serangan kanker yang di dalam perut orang di kawasan Laut Tengah terlindung oleh minyak zaitun.
Dr. Gill bersama kelima belas pakar kedokteran paling tersohor di dunia yang berkumpul di Roma pada 21 April 1997, kemudian mengkaji efek potensial fenol minyak zaitun dalam mencegah terjadinya kanker pada kultur jaringan sel yang umum dijadikan model dalam penelitian kanker kolorektal.
Inkubal sel kanker selama 24 jam pada salah satu jaringan yang diberi konsentrasi fenol minyak zaitun terbukti mencegah kerusakan DNA pada sel-sel tersebut. Selama 24 jam, fenol, minyak zaitun tersebut malah terlihat memberi efek anti pertumbuhan bagi perkembangan kanker.
Rahasia dan Manfaat Minyak Zaitun Lainnya
Selain itu, keenam belas pakar kedokteran paling tersohor di dunia yang berkumpul di Roma pada 21 April 1997 lalu, juga menegaskan bahwa, selain kanker, mengkonsumsi minyak zaitun bisa memberikan andil melindungi tubuh dari serangan penyakit jantung koroner, kenaikan kolesterol darah, kenaikan tekanan darah, serta sakit diabetes dan obesitas.
Selain itu, minyak zaitun juga diketahui bisa menurunkan risiko penyakit Alzheimer dan osteoporosis, serta mencegah penyakit yang berkaitan dengan usia tua. Untuk menjaga kesehatan dan mencegah kanker, minyak zaitun ekstra virgin bisa digunakan untuk memasak. Berikut ini beberapa manfaat minyak zaitun lainnya:

1. Minyak Zaitun Mengurangi Kolesterol Berbahaya
Berbagai riset membuktikan adanya fakta yang tidak menyisakan keraguan lagi, bahwa minyak zaitun menurunkan total kadar kolesterol dan kolesterol berbahaya, tanpa mengurangi kandungan kolesterol yang bermanfaat.

2. Minyak Zaitun Mengurangi Resiko Terjadinya Penyumbatan (Trombosis) dan Penebalan (Arteriosklerosis) pada Pembuluh Darah
Dalam sebuah kajian yang dipublikasikan pada bulan Desember tahun 1999 di Majalah AMJ Clin Nutrl, para peneliti menyatakan bahwa nutrisi yang kaya kandungan minyak zaitun bisa mengurangi pengaruh negatif lemak dalam makanan terhadap terjadinya pembekuan darah, dan selanjutnya mengu-rangi terjadinya penebalan pembuluh nadi jantung.

3. Minyak Zaitun Menurunkan Angka Kematian
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam majalah Lanst yang terkenal pada 20 Desember 1999, menunjukkan bahwa negara paling miskin di Eropa, yaitu Albania, yang berpenduduk muslim, memiliki keistimewaan sedikitnya angka kematian di sana. Angka kematian di Albania di kalangan pria adalah 41 orang dari setiap 100.000 orang, separuh dari keadaan di Britania. Hal itu dipengaruhi oleh konsumsi minyak zaitun dalam makanan para penduduk Albania.

4. Minyak Zaitun Mengurangi Pemakaian Obat-obatan Penurun Tekanan Darah Tinggi
Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr. Aldovaroro di Universitas Napoli Italia dan dipublikasikan dalam Majalah Archives of Internal Medicine, tanggal 27 Maret 2000, telah diadakan studi terhadap 32 pasien yang terkena penyakit tekanan darah tinggi dan mereka itu mengkonsumsi obat-obatan untuk darah tinggi. Hasil studi menunjukkan penurunan tekanan darah dalam kadar 7 poin di kalangan mereka yang mengkonsumsi minyak zaitun.

5. Minyak Zaitun Mengurangi Timbulnya Tukak Lambung
Dr. Samût, dari Universitas Harvard Amerika, menyampaikan sebuah studi di Kongres Terakhir Organisasi Penyakit Sistem Pencernaan Amerika yang diadakan pada bulan Oktober tahun 2000, bahwa gizi yang terkandung dalam minyak zaitun bisa memiliki pengaruh positif dalam melindungi tubuh dari kanker lambung dan mengurangi timbulnya penyakit tukak lambung.

6. Minyak Zaitun Berkhasiat Seperti Air Susu Ibu
Dalam sebuah studi modern yang dipublikasikan di bulan Februari 1996 di Universitas Barcelona, Spanyol, yang dilakukan terhadap empat puluh wanita yang menyusui, diambil sampel ASI dari mereka. Para peneliti menemukan bahwa kebanyakan lemak yang terkandung di dalam ASI termasuk jenis lemak yang berantai tunggal. Jenis lemak ini dikategorikan sebagai lemak terbaik yang seharusnya dikonsumsi oleh manusia, dan itulah jenis lemak yang terkenal terdapat dalam minyak zaitun.

7. Minyak Zaitun Mengurangi Peradangan Sendi
Majalah AMJ Clin Nutr edisi November 1999, mempublikasikan sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 145 pasien pengidap sakit persendian semacam arthritis di Yunani Utara. Mereka dikorelasikan dengan 108 orang yang sehat. Dalam penelitian ini terlihat bahwa pengkonsumsian minyak zaitun bisa memberikan andil dalam melindungi tubuh dari terjadinya penyakit ini.

8. Minyak Zaitun Membunuh Kutu Kepala
Beberapa studi yang dilakukan di beberapa Universitas dan Akademi di Amerika tentang kutu kepala, menunjukkan bahwa penggunaan minyak zaitun sebagai minyak rambut yang terkena kutu, dalam beberapa jam saja bisa membunuh kutu yang ada di kepala.

Minyak Zatun telah dipakai sejak ribuan tahun lalu
Panen buah Zaitun (pict: nymag.com)
Berabad-abad lalu, pohon zaitun sangat familiar bagi rakyat Yunani. Menurut mitologi kuno Yunani, Athena menang dalam satu pertandingan, dan Dewa Laut Poseidon memberikan pohon suci serta berkhasiat bagi kesehatan untuk rakyat Athena, yaitu pohon zaitun.
Dan sampai sekarang pohon dan minyak zaitun menjadi mengakar bagi negara itu, baik dari segi sosial, budaya dan ekonomi.
Pohon tersebut bagi orang Yunani lebih dari hanya sebagai pohon, karena pohon itu sudah menjadi ide bahkan sudah menjadi bagian dari yang bersifat spiritual. Pohon zaitun tidak hanya tumbuh di tanah Yunani tapi juga sudah mengakar dalam sejarah dan hati orang Yunani.
Karena itu, bila ada orang yang ketahuan memotong atau menebang pohon zaitun yang mereka sebut sebagai “olive”, maka orang itu akan dibunuh, karena zaitun tidak hanya merupakan akar sejarah tapi sudah menjadi simbol akar kelahiran, perkawinan, kematian dan agama.

Panen buah Zaitun pada masa lalu. (pict: Theophilos)
Sedangkan di zaman Nabi Muhamman s.a.w, beliau juga telah berpesan agar kita mengkonsumsi dan memakai zaitun sebagai minyak. Dalam surah At-Tin di Al-Qur’an, Allah memang bersumpah demi buah Tin dan buah Zaitun.
Surah at-Tin diawali dengan sumpah Allah yang menyebut buah Tin, buah Zaitun, Gunung Sinai dan Mekkah. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah atau surah yang diturunkan di Mekkah.
1. Wattiini wazzaituun (Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun)
2. watuurisiiniin (dan demi bukit Sinai)
3. wahaadzal baladil amiin (dan demi kota (Mekah) ini yang aman)
4. laqod holaqnal insaana fii ahsani taqwiim (sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya)
5. tsumma rodadnaahu asfala saafiliin (kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka))
6. illalladziina amanu wa’amilussoolihaati falahum ajrun ghoiru mamnuun (kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya)
7. famaa yukadzzibuka ba’du biddiin (maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?)
8. alaisalloohu bi ahkamil haakimiin (bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?)
Surah At-Tin dalam Al-Qur’an adalah surah ke-95. Nama At-Tin diambil dari kata At-Tin yang terdapat pada ayat pertama surah ini, yang artinya buah Tin.  Manfaat dan khasiat zaitun juga disabdakan Rasulullulah dalam sebuah hadist yang mengatakan:
“Makanlah buah zaitun dan gunakanlah minyaknya kerena itu adalah buah berkat.”
Kemudian pada masa kini, para ilmuwan dan dokter yang meniliti sumpah Sang Khalik itu, ternyata membuktikan bahwa zaitun memang merupakan sumber makanan dan obat dari berbagai penyakit.
Selain mencegah kanker dan banyak penyakit lainnya, berbagai penelitian membuktikan bahwa minyak zaitun juga mampu menurunkan tingkat kolesterol LDL (lemak jahat) dan meningkatkan kolesterol HDL (lemak baik), tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap kolesterol yang bermanfaat.
Hal ini membuktikan tanaman yang disebut dalam Al-Qur’an merupakan obat alamiah dan ilahiah. Akhirnya, pohon Zaitun memang nyata bermanfaat bagi manusia, mulai dari daun, kayu, akar, buah hingga minyaknya.
(sumber: thibbun-nabawi.com/merdeka.com/berbagai sumber lainnya/edited: IndoCropCircles)

Pustaka: