Sultan-Qaboos-Grand-Mosque-in-Muscat-Oman

Rabu, 06 Maret 2013

Al Quthuz Singa Gurun, Penakluk Tentara Tartar




Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi - 21/02/13 | 08:30 | 09 Rabbi al-Thanni 1434 H

Gelombang Dahsyat Tar Tar

dakwatuna.com - Bayangkanlah dahsyatnya kehancuran yang diakibatkan oleh gelombang Tsunami yang melanda Aceh dan Jepang beberapa tahun silam. Mayat-mayat bergelimpangan. Bangunan, pepohonan, kebun, binatang ternak, sarana umum, semuanya hancur berantakan. Kota yang tadinya ramai mendadak sepi, kelam dan berubah menjadi seperti kota hantu. Seperti itulah yg terjadi dengan negeri-negeri Islam yang terbentang dari Samarkhan hingga Baghdad ketika dilewati oleh Pasukan Mongol.

Bangsa Mongol atau Tartar telah diisyaratkan kemunculannya oleh Nabi saw. Baginda saw menyebut mereka sebagai Bani Qantura dengan ciri-ciri fisik bermuka lebar dan bermata kecil. Hanya dengan kekuatan 200.000 tentara dan berlangsung hanya dalam waktu 40 hari Kekhalifahan Abbasiyah lenyap dari muka bumi.

Kejatuhan Baghdad merupakan peristiwa sangat tragis dalam sejarah kemanusiaan. Selama 500 tahun bertahta dengan segala kebesarannya Kekhalifahan Abbasiyah Baghdad luluh lantak dihancurkan. Sebanyak 1,8 juta kaum muslimin yang berada di kota Baghdad disembelih dan kepalanya disusun menjadi gunung tengkorak sebagai peringatan bagi negara-negara yang melawan kekuatan Mongol. Khalifah Sultan Al-Mu’tasim dibantai beserta 50.000 tentara pengawalnya. Sejak pembantaian itu selama 3,5 tahun umat Islam hidup tanpa Khalifah.

Ada ahli sejarah menukilkan situasi saat itu bagaimana Hulagu Khan ini melakukan pembunuhan terhadap khalifah dengan cara memasukkannya ke dalam gulungan permadani sementara pasukan Mongol menginjak-injak dengan kuda-kuda mereka. Tidak cukup dengan itu, tentara Tartar yang biadab ini memusnahkan ribuan perpustakaan yang memuat jutaan kitab- kitab, manuskrif-manuskrif sebagai khazanah peradaban di Baghdad dengan mencampakkannya ke dalam laut sehingga air laut bertukar kehitaman akibat banyaknya kitab- kitab tersebut.

Ketika itu, seluruh negeri Islam yaitu Baghdad, Syria dan Asia Tengah sudah jatuh ke tangan tentara Mongol. Hanya tinggal tiga negeri Islam yang belum dimasuki yaitu Makkah, Madinah dan Mesir. Maka Hulagu Khan terus merangsek berupaya menaklukkan negeri yang lain.

Siapa yang menduga bangsa primitif yang jauh dari peradaban pernah mengusai 1/2 dari daratan bumi ini. Bangsa Mongol yang nomaden memutarbalikan semua fakta sejarah. Bagi dunia Islam, penaklukkan oleh Mongol ini mungkin dilihat sebagai suatu pendahuluan, sekaligus miniatur keluarnya Ya’juj Ma’juj pada akhir zaman.

Kengerian yang ditimbulkannya seolah belum hilang di tempat-tempat yang pernah diserbu oleh pasukan Jenghis Khan ini. Saat berkunjung ke Herat, Afghanistan, Mike Edwards mendengar komentar masyarakat tentang peristiwa yang terjadi tujuh setengah abad yang lalu itu, seolah baru saja terjadi sehari sebelumnya. “Hanya sembilan saja! Seluruh yang masih bertahan hidup di sini – sembilan orang!” seru seorang warga tua saat menggambarkan serangan Mongol ke kota itu (National Geographic, Desember 1996). Dan Herat bukan satu-satunya kota yang menerima nasib buruk dari pasukan Mongol.

Para ulama Islam ketika itu, hampir-hampir tidak mampu mencatat kronologis peristiwa serangan yang tidak berperikemanusiaan ini. Tidak pernah terjadi malapetaka sedasyat itu dalam sejarah bangsa manapun. Seperti yang terucap dari panglima perang Mongol saat pertama kali menjebol kota Baghdad, “Aku adalah malapetaka yang diturunkan Tuhan ke muka bumi untuk menghukum kalian…”

Quthuz Sang Penakluk Gelombang

Saifuddin Quthuz adalah satu di antara tokoh besar dalam sejarah muslimin. Nama aslinya adalah Mahmud bin Mamdud.. Ia berasal dari keluarga muslim berdarah biru. Quthuz adalah putra saudari Jalaluddin Al-Khawarizmi, Raja Khawarizmi yang masyhur pernah melawan pasukan Tartar dan mengalahkan mereka, namun kemudian ia kalah dan lari ke India. Ketika ia sedang lari ke India, Tartar berhasil menangkap keluarganya. Tartar membunuh sebagian mereka dan memperbudak sebagian yang lain.

Mahmud bin Mamdud adalah salah satu dari mereka yang dijadikan budak. Tartar menjuluki si Mahmud dengan nama Mongol, yaitu Quthuz, yang berarti “Singa Yang Menyalak”. Tampaknya sedari kecil Quthuz memiliki karakter orang yang kuat dan gagah. Kemudian Tartar jual si Mahmud kecil di pasar budak Damaskus. Salah seorang bani Ayyub membelinya. Dan ia dibawa ke Mesir. Di sini, ia pindah dari satu tuan ke tuan yang lain, sampai akhirnya ia dibeli oleh Raja Al-Mu’izz Izzuddin Aibak dan kelak menjadi panglima besarnya.

Dalam kisah Quthuz ini, kita bisa mencatat dengan jelas bagaimana skenario ajaib Allah SWT. Tartar telah memperdaya muslimin dan memperbudak salah satu anak-anak muslimin dan mereka jual langsung di pasar budak Damaskus. Untuk kemudian ia diperjualbelikan dari satu tangan ke tangan lainnya, yang akhirnya sampai ke suatu negeri yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Boleh jadi karena usianya yang masih kecil ia tidak melihat negeri jauh ini. Namun, pada akhirnya ia menjadi raja di negeri asing itu dan sepak terjang Tartar yang membawanya dari ujung dunia Islam ke Mesir pun harus berakhir di tangannya!

Subhanallah yang telah mengatur dengan Maha Lembut dan memperdaya dengan Maha Bijak. Tiada sesuatupun di bumi dan langit yang samar bagi-Nya.

 “Dan mereka pun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari.” (An-Naml [27]: 50)

Quthuz –sebagaimana mamalik (budak yang dididik militer) lainnya–tumbuh dengan pendidikan agama yang benar. Semangat Islam yang kuat bergelora di dalam hatinya. Sejak kecil, ia dilatih dengan seni menunggang kuda, metode pertempuran, seluk-beluk manajemen dan leadership. Ia tumbuh menjadi seorang pemuda gagah berani, mencintai dan menjunjung tinggi agamanya. Ia juga seorang yang kuat, penyabar, dan perkasa. Selain itu semua, ia juga dilahirkan dari keluarga raja.

Masa kanak-kanak Quthuz layaknya para pangeran yang lain. Hal ini membuat dirinya begitu percaya diri. Ia tidak asing dengan masalah kepemimpinan, manajemen negara dan kekuasaan. Di atas itu semua, keluarganya hancur oleh Tartar. Hal ini–tentu saja–membuat dirinya paham betul dengan bencana Tartar. Sebab orang yang menyaksikan tidaklah seperti yang mendengar.

Semua faktor ini berpadu menjadikan Quthuz seorang yang memiliki karakter sangat unik. Ia merasa ringan dengan penderitaan, tidak takut dengan para musuh bagaimanapun banyak jumlahnya atau unggul kekuatan mereka.

Pendidikan Islam dan militer, juga pendidikan untuk berpegang teguh kepada Allah, agama dan percaya diri, semua itu mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan Quthuz –rahimahullah-.

Nama Quthuz mulai muncul ke permukaan setelah terbunuhnya Raja Al-Muizz Izzuddin Aibak dan istrinya Syajarah Ad-Dur dihukum mati. Kemudian kekuasaan beralih kepada “Sultan Bocah” Al-Manshur Nuruddin Ali bin Izzuddin Aibak. Quthuz-lah yang memegang perwalian atas sultan kecil tersebut.

Quthuz meskipun ia secara real menyetir roda pemerintahan di Mesir, namun pada kenyataannya yang duduk di kursi kekuasaan adalah seorang sultan bocah. Tentu hal ini melemahkan wibawa pemerintah di Mesir dan merongrong kepercayaan rakyat kepada rajanya serta menguatkan niat musuh-musuhnya karena mereka melihat raja adalah seorang bocah.

Dengan mempertimbangkan ancaman Tartar yang menakutkan, problema internal yang mencekik, kekacauan dan pemberontakan dari mamalik bahriyyah dan ambisi para emir Bani Ayyub di Syam, maka Quthuz melihat tiada makna keberadaan “Sultan Bocah” Nuruddin Ali di kursi negara terpenting di kawasan, yaitu Mesir, di mana tiada lagi harapan untuk membendung Tartar kecuali di pundaknya.

Dari situ, Quthuz mengambil keputusan berani, yaitu menurunkan Nuruddin Ali dan ia mengambil alih kekuasaan di Mesir. Keputusan itu bukanlah hal yang aneh. Sebab sebenarnya Quthuz adalah penguasa real di Mesir. Semua orang –termasuk “sultan bocah” itu sendiri–mengetahui hal itu. Seolah-olah ada boneka lucu di mana Quthuz-lah yang menggerakan boneka tersebut. Boneka itu adalah sultan yang bocah. Apa yang dilakukan Quthuz tiada lain hanya mengangkat boneka itu, untuk memperlihatkan seorang singa gagah yang di tangannyalah peta geografi dunia akan berubah, begitu pula lembaran-lembaran sejarah lainnya.

Penggantian ini terjadi pada tanggal 24 Dzul Qaidah 657 H, yaitu beberapa hari sebelum kedatangan Hulagu di Aleppo.

Sejak Quthuz – naik ke kursi kekuasaan, ia terus mempersiapkan diri untuk menyongsong Tartar yang belum lama menghancurkan ibukota Khilafah Abbasiyah di Baghdad. Lalu bagaimana Sultan Al-Muzhaffar (gelar Quthuz setelah menjadi raja) menangani situasi yang sangat krusial itu? Apa saja langkah-langkah dan persiapan yang dilakukannya untuk menghadapi serangan Tartar yang dahsyat? Dalam kurun waktu sekitar setahun (658 H), Quthuz melakukan banyak pekerjaan besar. Secara ringkas terangkum dalam kronologi sebagai berikut:

  • Quthuz memulai reformasi dalam negeri di Mesir.
  • Pengampunan terhadap mamalik bahriyyah dan penyatuan dengan bekas rival mereka mamalik mu’izziyyah.
  • Azh-Zhahir Baibars yang sempat menjadi oposisi diundang pulang ke Mesir dari Damaskus.
  • Upaya Quthuz menyatukan Mesir dan Syam lewat surat-surat untuk para emir Bani Ayyub di Syam.
  • Aleppo jatuh pada bulan Shafar, juga Damaskus pada bulan Rabiul Awwal, di bawah kekuasaan Tartar.
  • Datangnya surat ancaman Tartar untuk menyerang Mesir.
  • Quthuz memutuskan untuk memerangi Tartar.
  • Keputusan Quthuz untuk memerangi Tartar akan dilangsungkan di Palestina dan bukan di Mesir.
  • Dimulainya persiapan tentara Mesir secara ekonomi dan juga militer.
  • Dimulainya persiapan mental rakyat Mesir dengan ulama sebagai pelopornya untuk menerima ide jihad melawan Tartar.
  • Sebagian tentara Syam datang bergabung dengan Quthuz di Mesir.
  • Tentara muslim berkumpul di daerah Shalihiyah.
  • Tentara muslim bergerak menuju Palestina pada bulan Sya’ban.
  • Kemenangan muslimin di bawah Baibars atas tentara Tartar yang menjaga Gazza.
  • Perundingan dengan kaum Salib di Akka.
  • Quthuz memilih Ain Jalut untuk menjadi ajang pertempuran dengan Tartar.
  • Kemenangan muslimin di Ain Jalut yang terjadi pada 25 Ramadhan.
  • Damaskus dibebaskan dari tangan Tartar oleh pasukan yang dipimpin Quthuz pada 30 Ramadhan.
  • Aleppo dibebaskan dari tangan Tartar di bawah Baibars pada awal bulan Syawwal.
  • Quthuz kembali ke Mesir pada 26 Syawal.
  • Quthuz meninggal dunia, syahid—insyaallah.

Saifuddin Al-Muzhaffar Quthuz Rahimahullah meninggal dunia hanya lima puluh hari setelah kemenangan Ain Jalut. Kekuasaannya hanya berusia 11 bulan dan 17 hari. Tidak genap satu tahun!

Berbagai peristiwa bersejarah yang agung, persiapan yang bagus, pendidikan yang tinggi, kemenangan gemilang, hasil yang luar biasa dan dampak yang besar. Ya, semua ini dicapai kurang dari satu tahun!

Meski ia memerintah dalam masa yang sangat pendek, namun ia termasuk tokoh terbesar dunia. Karena, nilai seorang tokoh dan keagungannya tidak diukur dengan umurnya yang panjang, harta yang banyak, atau kerajaannya yang megah, namun ia diukur dengan karya-karya bersejarahnya yang mampu merubah peta sejarah dan geografi dunia. Pada saat yang sama karya-karya itu juga bernilai besar menurut mizan (timbangan) Allah.

Ia adalah seorang pembaru (mujaddid) dan teladan (qudwah) yang baik. Sejumlah nilai ideal melekat pada dirinya; sisi keimanan dan kekhusyukannya, sisi zuhud dan menjaga kehormatan dirinya, sisi kemampuan dan kemahirannya, sisi kejujuran dan keikhlasannya, sisi jihad dan pengorbanannya, sisi kesabaran terhadap diri dan kesabaran terhadap orang lain, sisi kebijakan dan rendah hatinya..

Ia seperti yang disifati oleh Imam Adz-Dzahabi dalam Siyar Al-A’lam An-Nubala’, “Ia adalah seorang prajurit pemberani, politikus, beragama, dicintai rakyat, mengalahkan Tartar, membersihkan Syam dari Tartar pada perang Ain Jalut, ia juga orang yang baik jihadnya, insyaallah. Ia adalah seorang pemuda berambut pirang, berjenggot tebal, bentuknya sempurna, ia memiliki tangan yang putih (sesuai dengan syariah-Nya) dalam berjihad melawan Tartar, maka Allah gantikan masa mudanya dengan surga dan Dia meridhainya.”

Ia adalah sosok yang disifati oleh Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah sebagai:“Seorang yang pemberani, pahlawan, banyak berbuat kebajikan, punya kesadaran tinggi terhadap Islam dan menyadarkan rakyat dengannya. Ia dicintai rakyatnya dan mereka banyak berdoa untuknya.”

Apa arti seorang Quthuz, jika ia tidak berpegang tegung dengan syariah Allah, tidak menang dalam perang Ain Jalut berkat keteguhannya dengan syariah, dan tidak komitmen dengan jalan Allah SWT? Apa arti seorang Quthuz tanpa jalan ini??

Syekh Al-Izz bin Abdussalam, setelah kehilangan Quthuz dengan begitu cepat, mulai mengkhawatirkan umat ini. Khawatir, kalau-kalau kemenangan besar itu akan sia-sia dan umat mengalami kehancuran kembali. Setelah kematian Quthuz, sambil menangis sedih ia berkata, “Semoga Allah merahmati masa mudanya. Seandainya ia hidup lama tentu ia akan memperbaharui para pemudanya ke arah Islam.”

Namun, Quthuz memang telah memperbaharui para pemuda ke arah Islam, meski ia tidak hidup lama!

Daulah Mamalik selama kurang lebih tiga abad kemudian terus mendorong semangat muslimin dan mengangkat panji Islam. Quthuz telah meletakkan pondasi yang kokoh. Di atas pondasi inilah orang-orang lain akan membangun bangunan yang kuat. Tanpa pondasi ini bangunan tidak akan mampu berdiri.

Terakhir, Syekh Al-Izz bin Abdussalam berkomentar, “Tiada orang yang memerintah perkara muslimin setelah Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah yang sebanding dengan Quthuz Rahimahullah dalam kesalehan dan keadilannya.” Bilakah muncul kembali Quthuz-Quthuz muda di zaman ini? Wallahu a’lam.

Ain Jalut, Titik Balik Gelombang Jihad

Dalam waktu yang tidak berapa lama, demi merasa telah menaklukkan Abbasiyah maka Hulagu mengirim 4 orang delegasi ke Mamluk Mesir. Delegasi ini datang dengan membawa surat dari Hulagu Khan kepada Al Muzhaffar Quthuz. Surat itu berbunyi :

“Dari Raja Raja Timur dan Barat, Khan Agung. Untuk Quthuz Mamluk, yang melarikan diri dari pedang kami. Anda harus berpikir tentang apa yang terjadi pada negara-negara lain dan tunduk kepada kami. Anda telah mendengar bagaimana kami telah menaklukkan kerajaan yang luas dan telah memurnikan bumi dari gangguan yang tercemar itu. Kami telah menaklukkan daerah luas, membantai semua orang. Anda tidak dapat melarikan diri dari teror tentara kami. kemana Anda lari? Jalan apa yang akan Anda gunakan untuk melarikan diri dari kami?

Kuda-kuda kami cepat, panah kami tajam, pedang kami seperti petir, hati kami sekeras gunung-gunung, tentara kami banyak seperti pasir. Benteng tidak akan mampu menahan kami, lengan Anda tidak dapat menghentikan laju kami. Doa-doa Anda kepada Allah tidak akan berguna untuk melawan kami. Kami tidak digerakkan oleh air mata atau disentuh oleh ratapan. Hanya orang-orang yang mohon perlindungan akan aman. Mempercepat balasan Anda sebelum perang api dinyalakan.

Menolak dan Anda akan menderita bencana yang paling mengerikan. Kami akan menghancurkan masjid Anda dan mengungkapkan kelemahan Tuhanmu, dan kemudian kami akan membunuh anak-anak dan orang tua Anda bersama-sama. Saat ini Andalah satu-satunya musuh yang mesti kami hadapi.”.

Setelah membaca surat tersebut yang isinya jelas-jelas melecehkan kedaulatan Islam karena hanya memberikan dua opsi, menyerah atau berperang. Saifuddin Qutuz tidak gentar sedikitpun, malah beliau dengan berani menempeleng delegasi Mongol itu dan membunuh mereka dan kepala mereka digantung di Bab Zuweila, salah satu pintu gerbang Kairo. Dengan segera ia menggerakkan pasukannya dan memancing Mongol untuk bertempur di Ain jalut.

Quthuz melakukan itu tidak melanggar kaidah Islam yang melindungi delegasi asing yang melakukan tugas negosiasi. Karena para ahli sejarah menyatakan bahwa kedatangan delegasi Mongol tersebut bukan sekadar mengantar surat Hulagu Khan an sich, tetapi tertangkap tangan melakukan tindakan sebagai mata mata tentera Tartar.

Sebagian dari pembesar istana merasa takut dan ingin menarik diri dari dukungan, karena merasa Mesir ketika itu masih belum siap untuk menghadapi tentara Mongol yang telah menguasai wilayah yang cukup luas (dari Korea hingga Polandia hari ini). Quthuz mengumpulkan para pembesar-pembesar dan para panglima lalu berkata kepada mereka, “Wahai pemimpin kaum Muslimin! Kamu diberi gaji dari Baitul Mal, sementara kamu tidak mau berperang. Siapa yang memilih untuk berjihad, mari bersamaku. Siapa yang tidak mau berjihad, pulanglah ke rumahnya masing-masing. Allah akan mengawasi kalian. Sungguh dosa kaum Muslimin yang dilecehkan kehormatannya akan ditanggung oleh orang yang tidak ikut berjihad.”

Kata-kata Quthuz ini menjadi tamparan dan akhirnya mereka memilih untuk berjihad bersama Quthuz.

Pembiayaan perang yang tidak sedikit menjadi masalah ketika itu, dibutuhkan biaya besar untuk perbaikan benteng, renovasi jembatan, penyediaan peralatan perang dan logistik. Quthuz mengumpulkan para menteri negara untuk bermusyawarah. Kas negara betul-betul tidak mencukupi maka pilihan yang ada adalah menarik dana dari rakyat dan harus dilakukan dengan segera.

Tetapi Qutuz memerlukan dukungan para ulama untuk mengeluarkan fatwa. Tanpa fatwa Qutuz tidak akan melakukannya. Umat Islam di Mesir saat itu tidak mengenal pungutan selain hanya zakat. Diantara yang dipanggil ketika itu adalah seorang ulama yang bernama Al-Izz bin Abdis Salam Al-Izz bin Abdis Salam telah sepuh berumur 81 tahun dan terkenal karena ketegasannya. Beliau mengeluarkan fatwa yang cukup tegas:

“Apabila negara diserang musuh, maka wajib atas dunia Islam untuk memerangi musuh itu. Harus diambil dari rakyatnya harta mereka untuk membantu peperangan dengan syarat bila tidak ada asset yang tersimpan di dalam Baitul Mal. Maka setiap kalian (penyelenggara pemerintahan) hendaklah menjual seluruh asset yang dimiliki dan tinggalkan untuk diri kalian hanya kuda dan senjata saja. Kalian dan seluruh rakyat adalah sama di dalam masalah ini. Adapun tentang mengambil harta rakyat sementara pimpinan tentara masih memiliki harta dan peralatan mewah, maka penarikan harta rakyat tidak menjadi keharusan.”

Fatwa yang cukup tegas ini disambut dengan ketegasan Qutuz pula. Beliau menginstruksikan agar semua pembesar dan pimpinan perang menyerahkan seluruh asset yang mereka miliki sesuai fatwa tersebut. Hasilnya, Mesir menjadi negara yang kaya. Penyerahan harta oleh para pembesar dan pimpinan diikuti pula secara serempak oleh seluruh rakyat. Mereka menyumbangkan harta untuk memenuhi tuntutan pembiayaan perang. Fatwa Al-Izz bin Abdis Salam sangat ampuh menyelesaikan masalah keuangan dengan segera.

Kemudian Al- Qutuz segera memobilisasi tentaranya maka terbentuklah pasukan berjumlah 20. 000 orang tentara. Mereka berunding dan akhirnya memutuskan untuk menyerang tentara Mongol di luar Mesir. Ini adalah strategi ofensif dalam menghadapi tentara Mongol.

Para tentara Allah ini berangkat ke luar wilayah Mesir dan terus bergerak ke arah Palestina. Dan bertemulah mereka dengan pasukan Tartar yang dikomandani oleh Kitbuqa di Ainun Jalut. Maka terjadilah pertempuran dahsyat antara kedua belah pihak.

Saat pertempuran sengit berlangsung, al- Qutuz membuka topeng besinya dan melaju dengan kudanya ke tengah arena pertempuran sambil memberi motivasi kepada seluruh tentaranya agar berjuang sampai titik darah penghabisan untuk memburu syurga Allah. Teriakan takbir bergema di sepanjang pertempuran dan al Qutuz terus merangsek di tengah- tengah musuh.

Pada pertempuran Ain Jalut ini, al- Qutuz didampingi isterinya Jullanar yang turut menyertai dalam rombongan pasukannya. Ketika Jullanar terluka parah, al- Qutuz memapahnya sambil berkata, ”Wahai Kekasihku.” Jullanar dalam keadaan terluka parah tetap memberikan semagat kepada suaminya. Dia pun membalas ucapan mesra suaminya dengan mengatakan, ”Wahai al-Qutuz lebih cintalah kamu kepada jihad ini.” Lalu isterinya menghembuskan nafas terakhir dan gugur sebagai syahidah.

Dalam kecamuk perang yang dahsyat, kuda yang ditunggangi al Quthuz terbunuh. Dengan sigap beliau langsung melompat dan berlari menghadang musuh. Saat itu ada seorang prajurit yang menyaksikan kuda al Quthuz terbunuh. Dengan tanpa dikomando sang prajurit menawarkan kuda tunggangannya kepada al Quthuz.

“Saya tidak ingin menghalangimu untuk memberikan manfaat kepada orang lain.” Al Quthuz menghargai tawaran prajuritnya sebagai sebuah kesetiaan. Semangat jihadnya yang tinggi menjadi api yang membakar semangat para tentaranya untuk memburu syahid yang selalu diidam-idamkannya.

Qutbuddin Al-Yunaini di dalam Al-Bidayah Wan Nihayah (658H) mengatakan bahwa al Qutuz sebelum menjadi seorang Sultan pernah bermimpi bertemu Rasulullah saw, dalam mimpinya Nabi saw mengatakan kepadanya bahwa dirinyalah yang akan menguasai Mesir dan akan menang dalam perang melawan Mongol.

Setelah itu al- Qutuz terus maju ke medan pertempuran hingga akhirnya pada hari Jumat, 25 Ramadhan 658H, bertepatan dengan 3 September 1260M tentara- tentara Allah ini berhasil merebut kemenangan atas tentara Tartar di Ain Jalut. Padahal selama ini tentera Tartar tidak pernah ada cerita dikalahkan dalam setiap pertempuran. Dan andaipun kalah di beberapa pertempuran, maka mereka akan mampu menebus kembali kekalahan mereka. Akhirnya hancurlah pasukan Tartar di ujung mata pedang kaum muslimin dan tidak pernah mampu lagi menebus kekalahan mereka di Ain Jalut.

Redaktur: Hendratno

Sumber:
http://www.dakwatuna.com/2013/02/28133/al-quthuz-singa-gurun-di-ain-jalut/#ixzz2LcJnGIKG

Rabu, 02 Januari 2013

Jenis, Kandungan, dan Manfaat Buah Pisang






Manfaat Buah Pisang dan Khasiatnya Bagi Kesehatan

Manfaat pisang bagi kesehatan, buah ini sebanding dengan buah yang lainnya. buah yang berkulit kuning, hijau ini sangat ideal untuk kesehatan karena pisang selain rasanya yang manis dan mudah didapat, maka dari itu kebanyakan orang menikmatinya sama hal dengan buah pepaya atau buah srikaya, buah pisang ini menjadi buah sehari-hari.

Selain enak dimakan, buah pisang juga dapat di jadikan bahan kue, krepek, buah yang serbaguna ini biasanya diolah menjadi pisang goreng, jus pisang, atau di kombinasi juga dengan dodol atau jelly.

Manfaat pisang antara lain:

Mengurangi Depresi
Pisang mengandung tryptophan, sebuah asam amino yang dapat diubah menjadi serotonin, yang mengarah ke perbaikan suasana hati

Anemia
Pisang relatif tinggi zat besi, yang membantu fungsi hemoglobin tubuh

Sembelit dan Diare
Karena konten mereka dalam serat, mereka membantu memulihkan fungsi usus normal. Selain itu, diare biasanya menguras tubuh Anda dari elektrolit penting (yang paling penting adalah potasium, yang terkandung dalam jumlah yang tinggi dalam pisang). Mereka juga mengandung pektin, serat yang larut (hidrokoloid) yang dapat membantu menormalkan gerakan melalui saluran pencernaan.

Penglihatan Perlindungan
Penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of Ophthalmology telah membuktikan bahwa orang dewasa yang mengkonsumsi minimal 3 porsi buah per hari memiliki risiko berkurang (sebesar 36%) mengembangkan usia degenerasi makula terkait (ARMD), penyebab utama kehilangan penglihatan pada orang dewasa yang lebih tua, dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi kurang dari 1,5 porsi buah setiap hari.

Tulang Sehat
Pisang merupakan sumber yang sangat kaya fructooligosaccharide, suatu senyawa yang memelihara probiotik (ramah) bakteri dalam usus besar. Bakteri ini memproduksi enzim yang bermanfaat meningkatkan kemampuan pencernaan kita dan melindungi kita dari infeksi bakteri yang tidak sehat. Berkat fructo, bakteri probiotik dapat meningkatkan baik dalam jumlah dan fungsi, meningkatkan kemampuan tubuh kita untuk menyerap kalsium.
Selain itu, pisang hijau mengandung asam lemak rantai pendek dicerna (SCFAs) yang sangat nutrisi ke sel-sel yang membentuk mukosa lambung. Sel-sel ini, ketika sehat, menyerap kalsium dengan lebih efisien


Sehat Ginjal
Sekitar 190.000 kasus kanker ginjal didiagnosis setiap tahun.
Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Cancer telah menunjukkan bahwa konsumsi harian buah dan sayuran utuh, terutama pisang, sangat protektif terhadap kesehatan ginjal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, selama jangka waktu yang panjang (13,4 tahun), perempuan makan lebih dari 2,5 porsi buah dan sayuran per hari mengurangi risiko kanker ginjal sebesar 40%. Di antara buah-buahan, pisang secara khusus pelindung. Wanita makan pisang empat sampai enam kali seminggu dibelah dua risiko pengembangan penyakit dibandingkan dengan mereka yang tidak makan buah ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa konsumsi sering buah-buahan dan sayuran, sayuran terutama pisang, kol dan akar, dapat mengurangi risiko kanker ginjal. Hal ini karena sayuran akar pisang dan banyak mengandung jumlah tinggi terutama senyawa fenolik antioksidan, sedangkan kubis kaya belerang, diperlukan untuk detoksifikasi efektif karsinogen potensial.

Tekanan darah
Pisang sangat tinggi kalium (sekitar 4673mg), namun sangat rendah sodium (1mg), sehingga memiliki rasio yang sempurna untuk mencegah tekanan darah tinggi. Begitu banyak sehingga, US Food and Drug Administration baru saja mengizinkan perkebunan pete untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.

Morning Sickness
Ngemil pisang antara waktu makan membantu menjaga tingkat gula darah dan menghindari mual di pagi hari.

Berhenti Merokok
Pisang juga dapat membantu orang yang mencoba untuk berhenti merokok. Mereka mengandung vitamin B6 dan B12 yang dikandungnya, serta kalium dan magnesium: zat-zat ini membantu tubuh cepat sembuh dari efek penghentian nikotin.

Ulkus (kerusakan lokal atau ekskavasi, permukaan organ atau jaringanyang ditimbulkan oleh terkelupasnya jaringan)
Ini adalah satu-satunya buah mentah yang dapat dimakan tanpa menyebabkan stress dalam beberapa kasus kronik. Hal ini juga membantu mengurangi keasaman dan mengurangi iritasi. Pisang merangsang sel-sel pada lapisan perut internal untuk menghasilkan lendir tebal (yang melindungi terhadap asam). Selain itu, pisang mengandung inhibitor protease yang membantu menghilangkan bakteri dalam perut yang telah menunjuk sebagai penyebab utama dari ulkus.

Saraf
Pisang mengandung vitamin B yang telah menunjukkan untuk memperbaiki fungsi saraf

Nyamuk Bites
Banyak orang melaporkan bahwa menggosok bagian dalam kulit pisang pada gigitan nyamuk sangat efektif dalam mengurangi gatal dan pembengkakan

Stres Bantuan
Pisang tinggi kalium, yang membantu menormalkan hearthbeat dan mengatur keseimbangan air tubuh. Selama periode stres yang tinggi, kadar potasium tubuh kita cenderung cepat habis: pisang makan adalah cara yang sehat untuk menyeimbangkan mereka tanpa menggunakan obat

Risiko Stroke
Menurut sebuah studi dalam The New England Journal of Medicine, makan pete sebagai bagian dari diet teratur dapat mengurangi risiko kematian karena stroke sebanyak 40% . Manfaat buah pisang, Tak ada salahnya juga teman-teman membaca manfaat buah yang lainnya seperti apel, wortel, tomat atau manfaat minya kelapa , bawang putih, dan kayu manis. semoga dengan ini tman teman bisa mengetahui apa sih manfaat buah bagi kesehatan

 

Manfaat Pisang Ambon & Jenis Lainnya
 

Manfaat pisang ambon banyak mengarah pada kesehatan. Ada banyak manfaat pisang ambon yang bisa diperoleh dengan mengkomsumsinya, diantara manfaat pisang ambon yang terkenal yaitu manfaat pada penyakit stroke, anemia, gangguan pencernaan dan masih banyak lagi manfaat pisang ambon yang tentunya saya jelaskan dengan detail disini.

6 Manfaat Pisang Ambon Untuk Kesehatan

1.    Manfaat pisang ambon untuk melancarkan pencernaan. Manfaat ini adalah manfaat awal yang dirasakan saat pertama kali mengkomsumsi pisang ambon yang tentunya manfaat tersebut bersumber dari kandungan seratnya yang sangat tinggi. Sebagaimana diketahui kalau kandungan serat dalam buah manapun pengaruhnya sangat efektif dalam membantu BAB rutin dan teratur setiap harinya.

2.    Manfaat pisang ambon untuk mengurangi rasa nyeri di persendian. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pisang mengandung vitamin B6 yang baik untuk kesehatan persendian. Bagi orang tua khsusnya yang mengalami masalah nyeri di persendian sebaiknya mengkomsumsi banyak pisang setiap harinya.

3.    Manfaat pisang ambon untuk meredam stres. Kandungan dalam pisang berupa Serotonin yang memiliki kemampuan penenang diyakini sangat ampuh membantu mengurangi emosi bagi orang yang sedang stres, apalagi untuk jaman sekarang kondisi kehidupan yang banyak mengalami tekanan. Jenis pisang yang seharusnya dikomsumsi untuk manfaat yang satu ini sebaiknya dari pisang yang belum diolah (digoreng atau direbus).

4.    Manfaat pisang ambon untuk memelihara berat badan. Diet dengan cara ini salah satu yang termudah dan menyenangkan apalagi rasa pisang ambon yang manis dan lembut. Cara terbaik untuk mewujudkan tujuan ini sebaiknya komsumsi sebanyak 4 pisang ambon perhari dan untuk hasil yang lebih maksimal sebaiknya dibuat jus dengan menambahkan susu dengan perbandingan yang sama.

5.    Manfaat pisang ambon untuk mencegah osteoporosis. Diketahui bahwa kandungan kalsium dalam pisang sangat tinggi, yaitu mencapai 6 mg per 100 gram pisang ambon. Jika ingin mencegah osteoporosis sebaiknya mulai saat anda masih berusia muda, jangan menunggu hingga lanjut usia karna tentunya sudah sangat terlambat.

6.    Manfaa pisang ambon untuk kulit. Caranya yaitu 1 buah pisang dicampur dengan setengah cangkir yoghurt tawar dan satu sendok makan madu. Semua bahan ini dilumatkan dan diaduk rata. Masker ini dioleskan ke seluruh wajah dan leher, lalu didiamkan selama 10 menit. Selanjutnya, wajah dan leher dibilas dengan air dingin hingga bersih. Jika biasa menggunakan sabun wajah khusus, sebaiknya setelah 10 menit wajah dibersihkan dengan air. Selain cara tersebut, menyegarkan kulit dapat dilakukan dengan mengoleskan bubur Pisang ambon lumut yang telah dicampur dengan sedikit susu dan madu ke bagian wajah. Cara ini dilakukan setiap hari secara teratur selama 30 – 40 menit. Setelah itu, kulit wajah dibasuh dengan air hangat, lalu dibilas dengan air dingin atau es, diulang selama 15 hari. pisang dapat mendinginkan kulit kering. Caranya dengan melumatkan suatu buah pisang, kemudian dioleskan ke seluruh permukaan wajah dan diamkan selama 15 menit. Setelah itu, kulit wajah dibersihkan dengan air dingin.

Efek Samping Pisang Ambon Untuk Bayi.
 
Khusus untuk ibu yang bayinya masih berusia di bawah 1 tahun ada kekeliruan yang sering dilakukan yaitu dengan memberikan serutan pisang ambon kepada bayinya dengan maksud sebagai makanan pendamping ASI. Nah, disini sekaligus saya sampaikan kalau menurut penelitian terbaru menyimpulkan bahwa kandungan tiramin dalam pisang ambon dan pisang jenis lainnya berefek spasmolitik sehingga bisa melemahkan peristaltik usus, dimana efek lanjutan dari kandungan tersebut dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan pencernaan. Jadi, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut mulai dari sekarang!



Khasiat buah pisang

Jangan menyepelekan khasiat buah pisang. Selain menjadi favorit sebagian besar atlet lokal maupun internasional, karena mengenyangkan tapi tak membuat gemuk, pisang juga sangat berkhasiat bagi kesehatan serta kecantikan.

Buah ini tak hanya mudah di cerna, tapi juga mengandung 9 kandungan gizi dan mengembalikan energi. Dibanding buah lain, pisang memang cenderung mudah dinikmati karena tidak perlu lagi diolah.
Asal tahu saja, sebuah pisang yang matang akan mengandung 99 gram (gr) kalori, 1,2 gr protein, 0,2 gr lemak, 25,8 miligram (mg) karbohidrat, 0,7 gr serat, 8 mg kalsium, 28 mg fosfor, 0,5 mg besi, 44 RE vitamin A, 0,08 mg vitamin B, 3 mg vitamin C dan 72 gr air.

Namun untuk mendapatkan manfaatnya, Anda perlu cermat memilih. Pasalnya hanya pisang yang matang saja yang dapat mengubah gula darah menjadi glukosa alami, serta cepat diabsorsi ke dalam peredaran darah.
Ciri-ciri pisang yang matang, adalah pisang yang kulitnya berwarna hijau kekuning-kuningan dengan bercak cokelat atau kuning. Semua kandungan dalam pisang matang tersebut, akan memberikan beberapa manfaat kesehatan, terutama bagi:

1. Sumber Tenaga
Pisang dapat dicerna dengan mudah, sehingga gula yang terdapat didalamnya akan diubah menjadi sumber tenaga yang baik untuk pembentukan tubuh, kerja otot dan juga sangat bagus untuk menghilangkan lelah.
2. Ibu Hamil
Wanita yang tengah hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi pisang, karena mengandung asam folat tinggi yang penting bagi kesempurnaan janin, pembentukan sel-sel baru dan mencegah terjadi cacat bawaan.


Sebuah pisang matang, akan mengandung sekitar 85-100 kalori. Sehingga dengan memakan dua pisang segar, kebutuhan asam folat yang sekitar 58 mikrogram dapat terpenuhi. Di samping itu pisang akan membantu menjaga kadar gula darah yang dapat mengurangi morning sick, sehingga pisang sangat baik untuk cemilan ibu hamil.
3. Penderita Anemia
Kandungan zat besi yang cukup tinggi pada pisang, dapat menstimulasi produksi hemoglobin dalam darah bagi penderita anemia. Dua buah pisang sehari, sangat baik untuk penderita anemia.


4. Penderita Sakit Maag
Sebagai buah yang dapat dikonsumsi langsung, pisang tak membuat iritasi atau kerusakan usus bagi penderita maag. Buah ini sering digunakan untuk melawan penyakit usus, sebab teksturnya lembut.
Pisang juga dapat menetralkan kelebihan asam lambung dan melapisi perut sehingga mampu mengurangi iritasi. Bagi yang mengalami penyakit usus atau kolik akibat asam lambung, Anda dapat mengkonsumsinya dengan di campur pada segelas susu cair.

5. Penderita Penyakit Lever
Bagi penderita lever, dua buah pisang sehari dengan tambahan satu sendok madu, akan baik untuk menambah nafsu makan dan meningkatkan kuat.
6. Penderita Luka Bakar
Khusus untuk penderita luka bakar, Anda dapat menggunakan daun pisang sebagai pengobatan. Caranya, kulit yang terbakar dioles dengan campuran abu daun pisang dan minyak kelapa. Campuran ini mampu mendinginkan kulit yang terbakar.


7. Yang Mengalami Stress
Pisang mengandung potasium, yaitu mineral vital yang membantu menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan kadar air dalam tubuh. Ketika mengalami stress, metabolisme tubuh akan meningkat drastis sehingga mengurangi kadar potasium tubuh. Dengan pisang, potasium dalam tubuh kadarnya akan seimbang.
8. Penderita Stroke
Berdasarkan riset The New England Journal of Medicine, mengkonsumsi pisang setiap hari akan menurunkan resiko kematian akibat stroke hingga 40%.


9. Mengontrol Temperatur
Di beberapa negara, pisang dipandang sebagai makanan pendingin yang dapat menurunkan temperatur fisik dan emosional ibu hamil. Di Thailand contohnya, ibu hamil mengkonsumsi pisang untuk memastikan bayi lahir dengan temperatur sejuk.
10. Meningkatkan Kekuatan Otak
Di sebuah sekolah Inggris, 200 pelajar mampu menyelesaikan ujian akhir hanya dengan sarapan pisang. Mereka juga kerap mengkonsumsi pisang saat jam istirahat serta makan siang, sebab pisang mampu meningkatkan kekuatan otak.


Sekolah Inggris tersebut merupakan responden sebuah riset, dan membuktikan bahwa kandungan potasium pada pisang membuat para pelajar jadi lebih aktif dalam proses belajar.
Di sisi lain, pisang juga bermanfaat bagi kecantikan. Seperti juga pada buah-buah lain, seperti alpukat, bengkuang dan mentimun, pisang juga kerap dijadikan sebagai masker wajah, atau untuk mengatasi rambut rusak dan menghaluskan tangan.

Pisang juga punya peranan dalam menurunkan atau menaikkan berat badan. Sebuah penelitian telah membuktikan, bahwa seseorang mampu menurunkan berat badannya dengan berdiet pisang.
Bila ingin menghilangkan berat badan, caranya gampang. Setiap hari konsumsilah empat buah pisang dan empat gelas susu non fat atau susu cair dalam sehari. Lakukan selama tiga hari dalam seminggu.

Dari pisang dan susu tersebut, Anda mendapatkan 1,250 kalori. Menu ini cukup menyehatkan bagi tubuh Anda. Selain menurunkan berat badan, diet pisang juga membantu kulit wajah menjadi lebih bersih dan tidak berminyak.
Sedangkan yang ingin menambah bobot tubuh, konsumsilah satu gelas banana shake yang dicampur madu, kacang dan mangga, sesudah makan. Menu ini bila dikonsumsi setiap hari, akan membantu menaikkan berat badan.

Belum banyak yang tahu, bahwa pisang ternyata juga mampu membantu perokok mengatasi kecanduan nikotin. Kandungan vitamin B6 dan B12 yang terdapat di pisang, dapat menetralisir pengaruh nikotin dalam tubuh. Bahkan enzim bromelain yang terkandung di pisang pun, terbukti dapat meningkatkan libido pria.
Sumber : izoel pada http://www.halohalo.co.id/berita
http://masenchipz.com/khasiat-buah-pisang



KHASIAT PISANG YANG PERLU DIKETAHUI

 
Ternyata banyak sekali manfaat kebaikan dan kesehatan dari buah pisang. Ada 8 khasiat pisang bagi tubuh Anda. Apakah sajakah? Mulai dari membantu menurunkan tekanan darah, sampai menjaga kadar gula dalam darah. Pastinya, konsumsi dan jangan abaikan pisang.

1. Pisang merupakan sumber kebaikan potassium, karena 100 gram pisang mengandung 400 gram potassium. Sekedar mengingatkan, potassium adalah nutrisi yang bisa membantu menurunkan tekanan darah, menyuplai energi, membantu pertumbuhan otot dan mencegah terjadinya kram otot.

2. Delapan asam amino-molekul pembentuk protein dikandung pisang. Itu dibutuhkan tubuh, karena tubuh tak mampu menghasilkannya.

3. Duapuluh tiga Juta pisang dikonsumsi para petenis pria dan wanita dalam turnamen tenis Wimbledon setiap tahunnya. Maklum, pisang memiliki sumber energi tinggi.

4. Diare bisa disembuhkan hanya dengan mangkonsumsi pisang yang memiliki titik-titik coklat di kulitnya. Sebab, ada pectin, potassium dan magnesium yang dikandungnya.

5. Pisang mampu memulihkan stamina tubuh, sebab pisang menggantikan potassium yang hilang dari dalam tubuh. Selain itu pisang juga mampu menghilangkan rasa pegal, mengurangi rasa mual, dan mengurangi tingginya level magnesium, sehingga membantu menghilangkan pusing dan melancarakan peredaran darah.

6. Kulit pisang mempunyai manfaat lebih di daerah tropis, selayaknya Indonesia. Rasa gatal dan bengkak bekas gigitan nyamuk bisa dihilangkan dengan hanya mengusapkan kulitnya.

7. Dua pisang sehari mampu mengurangi tekanan tinggi sampai 10 persen. Itu berdasarkan penelitian para dokter di India.

8. Pisang mengandung tiga gula: fruktosa, sukrosa, glukosa dan memiliki lebih banyak karbohidrat serta serta yang penting dibandingkan buah lain. Gula yang masuk ke aliran arah mengalir dengan kecepatan berbeda yang bisa menjaga kadar gula dan menghindari energy crashes.
[inilah.com]



 
Jenis-Jenis pisang dan manfaatnya


Berdasarkan manfaatnya, pisang dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu pisang serat, pisang hias dan pisang buah. Pisang serat (Musa Textilis), bagian yang dimanfaatkan bukan buahnya, tetapi serat batangnya yang digunakan untuk pembuatan tekstil. Contoh pisang serat adalah Pisang Abaka. Pisang hias umumnya ditanam sebagai tanaman hias yang dapat mempercantik tanaman. Contoh pisang hias adalah pisang kipas dan pisang-pisangan. Pisang buah (Musa paradisiaca) di tanam dengan tujuan untuk dimanfaatkan buahnya.

Pisang buah dibagi menjadi empat golongan.

Pertama, pisang yang dapat dimakan langsung setelah matang (disebut juga pisang meja) atau dikenal dengan banana. Contohnya, pisang susu, pisang hijau, pisang mas, pisang raja, pisang ambon kuning, pisang ambon lumut, pisang barangan, pisang seribu, pisang cavedish. golongan banana mempunya bentuk buah yang ujungnya tumpul dan rasa buahnya yang enak jika sudah matang.

Kedua, pisang yang dapat dimakan setelah diolah terlebih dahulu (plantain). Contohnya, pisang tanduk, pisang nangka, pisang oli, pisang kepok, pisang kapas, pisang siam, dan pisang bangkahulu. Golongan plantain mempunyai bentuk buah yang ujungnya runcing, permukaan buah mengkilap, berkadar pati tinggi, dan beraroma kurang tajam.

Ketiga, pisang yang dapat dimakan langsung setelah masak atau setelah dioleh terlebih dahulu, seperti pisang kepok dan pisang raja.

Keempat, pisang yang dapat dimakan ketika masih mentah, seperti pisang klutuk (pisang batu) yang berasa sepat dan enak untuk rujak.

Di Indonesia, terdapat lebih dari 230 jenis pisang. Namun, jenis pisang yang biasa dijual di pasaran dan umum dikonsumsi adalah pisang barangan, pisang raja, pisang raja sereh, pisang raja uli, pisang jara jambe, pisang raja molo, pisang raja kul, pisang raja tahun, pisang raja bulu, pisang kepok, pisang tanduk, pisang mas, pisang ambon lumut, pisang ambon kuning, pisang nangka, pisang kapas, pisang kidang, pisang lampung, dan pisang tongkat langit.

Buah pisang merupakan buah klematerik, yakni buah yang masih melakukan respirasi setelah pemanenan sehingga pemasakan buah dapat diatur dengan menggunakan etilen (zat karbit). Kematangan buah pisang dapat amati secara fisik. Tanda buah pisang yang sudah tua sebagai berikut :
1. Buah tampak berisi
2. Bagian lingir (tepi) buah sudah tidak bersudut lagi
3. Warna buah hijau kekuningan dan tangkai di bagian putik telah gugur.

Tingkat kematangan buah pisang juga dapat ditentukan dari umurnya. waktu yang diperlukan dari saat tanaman panen rata-rata 12 – 15 bulan. Jika dihitung dari saat mula berbunga adalah 4 – 6 minggu, tergantung dari varietasnya.

Perubahan warna merupakan perubahan fisik yang paling menonjol pad proses pematangan buah pisang. Buah yang masih muda berwarna hijau karena masih banyak mengandung klorofil. Proses perubahan warna kulit pisang dari hijau menjadi kuning disebabkan oleh hilangnya klorofil tanpa atau hanya sedikit pembentukan karotenoid.
 
Perubahan kimia yang sangat menonjol pada saat proses pematangan buah pisang adalah perubahan pati menjadi gula. Kandungan pati pada buah pisang masih muda lebih dominan. Pada saat buah pisnag sudah matang, sebagian besar kandungan pati akan digantikan oleh sukrosa, glukosa, dan fruktosa, serta sejumlah kecil maltosa. bersamaan dengan peningkatan kadar gula, kandungan pati menurun sekitar 20 % pada bagian buah yang masih hijau antara 1 – 2 % dalam buah yang matang. Karena itu, buah pisang yang sudah matang terasa lebih manis.

Pisang yang sudah matang akan mudah busuk karena kadar airnya cukup tinggi. Untuk memperpanjang daya awet dan daya gunanya, buah pisang dapat dioleh menjadi berbagai produk. Buah pisang mentah dapat diolah menjadi gaplek pisang, tepung, pati, sirup glukosa, tape, dan keripik. Buah pisang matang dapat diolah menjadi sale, selai, dodol, sari buah, anggur, bubur (pure), saus, nektar, pisang goreng, pisang epe, pisang rebus, kolak, getuk, ledre, pisang panggang keju, dan aneka kue.

dikutip dari buku membuat aneka olahan pisang oleh Eddy Setyo Mudjajanto, Lilik Kustiyah

Selasa, 01 Januari 2013

Membedakan Hadiah, Gratifikasi dan Suap


Undang Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi masih membuka peluang besar bagi timbulnya suap. Syariat Islam telah menetapkan aturan yang menutup rapat semua celah terjadinya suap. Pejabat yang disuap dan yang menyuap sama-sama dilaknat.

Hubungan harmonis dalam masyarakat adalah sumber kejayaan umat. Sebaliknya, perpecahan adalah awal kehancuran umat. Allah berfirman, yang artinya, “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 46)

Membedakan Hadiah atau Suap

Syariat mengajarkan berbagai kiat merajut persatuan. Kiat menyuburkan kasih sayang antara dua insan adalah saling memberi hadiah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaknya kalian saling memberi hadiah, karena hadiah dapat menghilangkan kebencian yang ada dalam dada. Janganlah seorang wanita meremehkan arti suatu hadiah yang ia berikan kepada tetangganya, walau hanya berupa kikil (kaki) kambing.” (HR. At-Turmudzi). Dengan jelas hadis ini menggambarkan fungsi hadiah dalam syariat Islam. Anjuran saling memberi hadiah bertujuan mempererat hubungan kasih sayang dan mengikis segala bentuk jurang pemisah antara pemberi dan penerima hadiah.

Mencermati dalil tersebut, juga lainnya, dapat disimpulkan, konsep memberi hadiah dalam syariat Islam benar-benar berlatar belakang sosial, tanpa embel-embel komersial. Makna inilah yang secara tegas dinyatakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadisnya tentang fungsi hadiah yang benar-benar hadiah, “Hendaknya kalian saling bertukar hadiah agar kalian saling mencintai.” (Bukhari dalam kitab Adab Mufrad)

Penjelasan tersebut mendorong kita untuk mengoreksi berbagai hadiah, yang kita berikan dan hadiah yang kita terima. Rasa sungkan, keinginan membangun relasi bisnis, dan pengaruh pamprih lain, lebih melandasi seseorang memberi hadiah. Mungkin inilah mengapa hadiah tidak pernah singgah ke rumah orang tak berpangkat dan miskin, walaupun dia patuh beragama. Sebaliknya, berbagai jenis hadiah membanjir ke orang berpangkat atau kaya walau buruk agamanya.

Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melimpahkan tugas ke seorang lelaki untuk memungut sedekah. Tapi utusan itu ternyata menerima hadiah dari penyetor zakat. Seusai melakukan tugasnya, lelaki tersebut berkata, Wahai Rasulullah, harta ini adalah hasil kerjaku dan aku serahkan kepadamu. Sedangkan harta ini adalah hadiah yang aku dapatkan.

Menanggapi sikap utusan tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mengapa engkau tidak duduk-duduk saja di rumah ayah dan ibumu, lalu lihatlah adakah engkau mendapatkan hadiah atau tidak?” Selanjutnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik mimbar dan berkhutbah, Amma ba’du: Mengapa seorang utusan yang aku beri tugas lalu ketika pulang ia berkata, ‘Ini hasil tugasku sedangkan ini adalah hadiah milikku?’ Tidakkah ia duduk saja di rumah ayah dan ibunya, lalu dia lihat adakah ia mendapatkan hadiah atau tidak. Sungguh demi Allah yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, tidaklah ada seorang dari kalian yang mengambil sesuatu tanpa haknya (korupsi), melainkan kelak pada hari kiamat ia akan memikul harta korupsinya. Bila dia mengambil seekor unta, maka dia membawa untanya dalam keadaan bersuara. Bila ia mengambil sapi, maka ia membawa sapinya itu yang terus melenguh (bersuara). Dan bila yang dia ambil adalah seekor kambing, maka dia membawa kambingnya itu yang terus mengembik. Sungguh aku telah menyampaikan peringatan ini.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dalam hadis tersebut Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan standar yang jelas dalam hal hadiah. Hadiah yang diterima karena peran atau jabatan yang seseorang pangku hakekatnya gratifikasi, dan tentu hukumnya haram. Dalam hadis itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membedakan antara hadiah yang datang sebelum menjalankan tugas dan hadiah yang datang setelah menjalankan tugas. Karena itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan, “Tidakkah engkau duduk-duduk saja di rumah ayah dan ibumu, lalu lihatlah adakah engkau mendapatkan hadiah atau tidak?” Dalam hadis lain, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menekankan ketentuan ini melalui sabdanya, “Hadiah para pejabat adalah korupsi.” (HR. Ahmad dan lainnya)

Hadis tersebut selain menekankan pemahaman mengenai ketentuan hadiah, juga menjelaskan segala bentuk hadiah, baik berupa barang, uang, atau lainnya, statusnya sebagai suap. Sebagaimana hadiah bagi pejabat dianggap gratifikasi, walaupun pejabat itu menjalankan tugasnya secara profesional dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Ketentuan gratifikasi secara syariat tentu lebih luas daripada ketentuan dalam Pasal 5 Undang-undang No. 20/2001 tentang Perubahan atas UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam UU tersebut, hadiah hanya dianggap gratifikasi bila dengan maksud pegawai terkait melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya. Atau hadiah tersebut diberikan terkait dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban. Baik kewajiban itu dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya.

Bila Anda renungkan, Anda pasti merasakan bahwa syariat Islam dalam urusan gratifikasi lebih tegas dan lebih jelas. Dengan pemahaman gratifikasi secara syariah, segala celah praktek gratifikasi dapat dicegah dan ditanggulangi. Sedangkan UU No. 20/2001 masih menyisakan celah sangat lebar bagi pemberian gartifikasi. Dalam UU tersebut, suatu hadiah dianggap gratifikasi bila dengan maksud buruk, yaitu agar penerimanya melakukan tindakan yang bertentangan dengan kewajibannya.

Anda pasti menyadari bahwa niat dan tujuan adalah sesuatu yang tidak kasat mata, karena tersimpan dalam hati, sehingga sulit dibuktikan. Sebagaimana batasan “bertentangan dengan kewajiban” juga rentan membuka celah gratifikasi, mengingat hal itu berbeda-beda, selaras dengan perbedaan pemahaman masing-masing pejabat.

Hak Pejabat

Tentu Anda merasa berutang budi ketka mendapatkan layanan dari seorang pejabat. Baik layanan berkaitan dengan proyek Anda atau urusan pribadi lainnya. Dan biasanya Anda ingin mengungkapkan rasa terima kasih Anda kepada pejabat tersebut dengan memberinya hadiah. Sebagaimana pejabat terkait sering kali juga merasa telah berjasa kepada Anda yang telah mendapatkan layanannya, kerenanya ia merasa berhak untuk mendapatkan balas budi atas jasanya.

Apa yang Anda rasakan dan yang dirasakan oleh pejabat, walaupun itu suara batin banyak orang atau setiap orang, namun sejatinya tidak pada tempatnya. Betapa tidak. Pejabat telah mendapatkan imbalan atas pekerjaannya, berupa gaji yang diberikan oleh instansi atau perusahaan tempat dia bekerja. Dengan demikian, sejatinya ia tidak berhak mengambil imbalan selain yang telah ia sepakati dengan instansi atau perusahaan tempat dia bekerja.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan fakta tersebut dalam sabdanya, “Barang siapa yang kami limpahi tugas atas suatu pekerjaaan, hendaknya ia menyerahkan semua yang ia peroleh, sedikit ataupun banyak. Selanjutnya imbalan apa pun yang (kami) berikan kepadanya atas pekerjannya itu, silahkan ia ambil. Sedangkan segala yang ia dilarang darinya hendaknya ia tidak mengambilnya.” (HR. Muslim)

Adanya hadiah yang diberikan kepada pejabat sebagai wujud terima kasih atas layanannya dapat dipastikan menjadi biang hilangnya amanah dan keadilan, sebagaimana yang kita rasakan di negeri kita. Karena itu guna menegakkan keadilan di tengah masyarakat, Islam mengharamkan segala bentuk hadiah yang diberikan kepada pejabat.

Hukum Penyuap dan Penerima Suap

Sebagai rakyat atau orang yang tidak memangku jabatan, mungkin Anda berkata, dosa suap hanyalah dipikul pejabat yang menerimanya, sedangkan pemberi suap dapat melanggang kangkung karena bebas dari jerat dosa suap.

Saudaraku, persangkaan Anda tidak benar. Sebagai bukti, simaklah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut: “Semoga laknat Allah menimpa penyuap dan penerima suap.” (HR. Ibnu Majah). Karena itu, Anda sebagai penyuap dan yang disuap, sama. Anda juga dilaknat.

Semoga paparan ini dapat menuntun Anda untuk membedakan antara hadiah yang benar-benar bernilai hadiah dari hadiah yang berfungsi sebagai suap. Semoga Allah Ta’ala senantiasa melindungi kita semua dari berbagai praktek menyeleweng dari syariat-Nya. Wallahu Ta’ala a’alam bisshawab. (PM)

Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A.

Wallahu a’lam bishowab.

(Rubrik Fikih Muamalah Edisi 27/Mei 2012)